Data & Investigasi

Krisis Air Jakarta: Dalam Angka

Terakhir diperbarui: 1 June 2026 Sumber: BPS, PAM Jaya, WALHI, LBH Jakarta, BRIN Unduh semua data (CSV)

Siapa yang Belum Terlayani?

Peta Cakupan PAM Jaya per Kelurahan

% rumah tangga terhubung pipa PAM Jaya

Sumber: Laporan Tahunan PAM Jaya 2024–2025. ↓ JSON / ↓ CSV

Harga Air — Siapa Bayar Lebih?

Rp per m³, berbagai sumber air

Warga miskin tanpa pipa membayar hingga 95× tarif sosial PAM Jaya.

Sumber: WALHI Jakarta, JRMK, tarif resmi PAM Jaya 2024.

Warisan 25 Tahun Privatisasi

Tarif resmi stagnan — sementara tanah Jakarta terus turun karena jutaan warga terpaksa memompa air tanah.

Perubahan Tarif Air 1997–2025

Tarif PAM vs. harga eceran — garis vertikal = peristiwa kunci

Sumber: Laporan PAM Jaya, Peraturan Gubernur DKI Jakarta, WALHI Jakarta.

Proyeksi Penurunan Tanah Jakarta 2024–2050

Akumulasi penurunan (cm) sejak 2024 — konsekuensi langsung pompa air tanah karena pipa tak tersedia

Tahun proyeksi: 2024 ← 2024   2050 →
0
Rata-rata turun (cm)
0
Penurunan terbesar (cm)
0
Kecamatan kritis (>50cm)
0
Kecamatan di bawah laut
BAU: Laju penurunan 2017–2022 berlanjut tanpa perubahan. Cakupan pipa stagnan, pompa air tanah tetap tinggi.

Sumber & Metodologi: Laju dasar dari BRIN/Anggraeni et al. 2023 (Sentinel-1 SBAS InSAR 2017–2022); Abidin et al. 2011 (Natural Hazards); Chaussard et al. 2013 (Geophys. Res. Lett.). Proyeksi menggunakan laju konstan (BAU), laju menurun bertahap menuju 35% baseline pada 2050 (Optimis), dan laju meningkat 35% di atas baseline pada 2050 (Pesimis). Elevasi referensi: BIG DEM Nasional 2022.

Apa Risiko Perseroda?

Konversi PAM Jaya dari Perumda (100% publik) menjadi Perseroda membuka pintu bagi kepemilikan saham swasta hingga 49%.

Struktur Kepemilikan: Sekarang vs. Jika Perseroda

SEKARANG (Perumda)

JIKA PERSERODA

Sumber: UU PT No. 40/2007, PP No. 54/2017.

Harga Air Pasca-Privatisasi: Kasus Global

Indeks kenaikan tarif setelah privatisasi (tahun pertama = 100)

Sumber: Public Services International, Transnational Institute (TNI) 2020.

Bukan Bencana Alam

Tanah Jakarta turun karena warga tanpa pipa terpaksa memompa air tanah. Ini konsekuensi langsung dari kegagalan infrastruktur — bukan takdir geografis.

Analisis GIS Multi-Layer: Tanah, Air & Pipa

Data InSAR Sentinel-1 2017–2022 — tumpang tindih laju penurunan, cakupan pipa, dan zona risiko ganda

Laju Penurunan (cm/tahun): Data multi-track InSAR dari satelit Sentinel-1 ESA, diproses BRIN 2017–2022. Skala warna: krem = <3 cm/tahun, oranye = 3–10, merah tua = >10. Jakarta Utara merupakan zona paling parah dengan laju hingga 18,4 cm/tahun di Penjaringan.

Sumber: Anggraeni et al. (2023) Sentinel-1 SBAS InSAR; Abidin et al. (2011) Natural Hazards; PAM Jaya 2024 (data cakupan). Lingkaran merah = proporsi rumah tangga tanpa pipa.

Korelasi: Cakupan Pipa vs Laju Penurunan

Setiap titik = satu kecamatan (42 total)

Korelasi negatif kuat (r = −0.83): kecamatan dengan cakupan pipa rendah cenderung turun jauh lebih cepat. Jakarta Utara mendominasi sudut kiri-atas.

Sumber: PAM Jaya 2024, BRIN InSAR 2017–2022. Korelasi Pearson dihitung tim.

Pompa Air Tanah Jakarta

Estimasi juta m³/tahun vs. target pengurangan 2030

Target Dinas SDA 2030: turun ke 280 juta m³/tahun. Hanya tercapai jika cakupan pipa PAM Jaya mencapai 90%.

Sumber: Dinas SDA DKI Jakarta, WALHI Jakarta, 2010–2024.

Perjalanan Hukum & Perlawanan

Tentang Data Ini