Air bukan komoditas.
Tapi di Jakarta, ada yang membayar 10 kali lebih mahal hanya karena mereka tidak punya pipa.

Warga Jakarta belum terhubung pipa PAM Jaya

0%

#TolakPrivatisasiAirJakarta

01

Krisis Air Jakarta

Data menunjukkan ketimpangan yang telah berlangsung puluhan tahun. Siapa yang bayar paling mahal?

Lihat semua data →

Akses & Kesenjangan

Peta Cakupan PAM Jaya

Data per kelurahan — PAM Jaya 2024

Harga Air

Siapa Bayar Lebih?

% Pendapatan

Beban Air terhadap Penghasilan

02

Sejarah Privatisasi

Dari dekret Soeharto 1997 hingga ancaman Perseroda 2025.

Baca selengkapnya →

1997

Soeharto teken dekret privatisasi air Jakarta

2003

Utang PAM Jaya ke operator swasta mulai menumpuk

2012

12 warga + UPC + WALHI gugat privatisasi air

2014

PN Jakarta Pusat: privatisasi melanggar hak warga

2015

Pengadilan Tinggi Jakarta batalkan kemenangan warga

2017

Mahkamah Agung: privatisasi air inkonstitusional

03

Suara Warga

Ini bukan sekadar data. Ini cerita orang-orang yang terdampak setiap hari.

Semua cerita →

Mas Eko, 29 Tambora, Jakarta Barat

Ibu Tini, 62 Kramat Jati, Jakarta Timur

Kak Doni, 34 Kapuk, Jakarta Barat

Sedang diproduksi

Sebuah Dokumenter tentang Air Jakarta

Bagaimana privatisasi air Jakarta selama 25 tahun membentuk ketimpangan yang masih dirasakan jutaan warga hari ini — dan mengapa ancaman itu belum pergi.

Tentang Film →

Pratinjau film akan segera hadir

Apa yang bisa kamu lakukan?

Dukung warga Jakarta yang berjuang untuk air bersih yang adil.

Remotivi JRMK UPC LBH Jakarta